Rencana Bius dan Dalih Bercanda di Balik Kasus Perundungan Siswi SMP Jakarta

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:45 WIB
Rencana Bius dan Dalih Bercanda di Balik Kasus Perundungan Siswi SMP Jakarta

Kasus yang bikin geram ini menimpa seorang remaja putri, anak dari seorang influencer yang dikenal dengan inisial H. Di sebuah SMP di Jakarta Timur, korban berinisial C diduga mengalami perundungan dan pelecehan seksual dari teman sekolahnya sendiri. Saat ini, proses penyelesaian masih berlangsung di lingkungan sekolah, didorong oleh orang tua korban. Tapi, jalan hukum juga sudah mulai disiapkan, mengingat trauma yang dalam dialami sang anak.

Menurut sejumlah saksi, kejadian ini baru terungkap belakangan. Sang ibu, H, bercerita bahwa semuanya bermula saat liburan tahun baru. Ada rencana dari teman anaknya, R, yang mengajak C untuk merayakan pergantian tahun.

"Nah kebetulan di tahun baru kemarin itu saya punya 'plan', saya bawalah ke Yogya. Nah pas ke Yogya akhirnya anak saya lebih milih pergi sama saya. Anak saya masih belum tahu rencananya dia (R)," ujar H.

Rupanya, pilihan C untuk ikut ibunya ke Yogyakarta justru menyelamatkannya dari sebuah rencana buruk. Usai liburan, kabar menyeramkan beredar di antara teman-teman sekolah. R diduga berencana membius C saat malam tahun baru.

"Ternyata si R ini mempunyai rencana mau ngajak si C, itu di tahun baru kemarin mau dibawa kemana gitu, terus mau dibius. Ya kan, mau dibius dengan tujuan pasti kita tahulah arahnya," lanjut H, suaranya terdengar berat.

Mendengar kabar itu, C pun langsung menanyakan kebenarannya kepada R. Tapi jawaban yang didapat justru menggelitik. R hanya mengaku sedang bercanda.

"Anak saya ketika dengar gosip itu langsung tanya, 'kamu kemarin ngajakin ke aku tahun baruan tuh mau ngebius?' Terus dia (R) bilang, 'iya, tapi aku cuma bercanda kok,' gitu. Cuma bercanda, gini gini gini. Semua selalu berdalihnya bercanda," katanya.

Namun begitu, dalih "cuma bercanda" itu tak bisa meredam kegelisahan. Trauma yang diderita C nyata adanya. Dari sini, kasus yang awalnya seperti kabar burung pun mulai terbuka. Orang tua korban tak mau tinggal diam. Mereka tak hanya menuntut penyelesaian di sekolah, tapi juga bersiap melangkah lebih jauh. Ranah hukum menjadi opsi berikutnya, karena pelecehan dan ancaman semacam ini jelas bukan lagi perkara candaan anak sekolah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini