Sepanjang 2025, Fraksi Golkar di MPR punya agenda padat. Fokus utama mereka? Pendidikan. Tapi, jangan salah, mereka juga sudah melirik jauh ke depan. Untuk tahun 2026, isu obligasi daerah atau municipal bond sudah masuk dalam radar sebagai jawaban atas persoalan anggaran daerah yang kerap ketat.
Ketua Fraksi, Melchias Markus Mekeng biasa disapa Mekeng menekankan bahwa pendidikan adalah prioritas. Ia mengingatkan, konstitusi kita sebenarnya sudah jelas: minimal 20% dari APBN dan APBD harus dialokasikan untuk sektor ini. Sayangnya, realitanya di lapangan belum sesuai harapan. Angka 20% itu sering kali belum tercapai.
Ujar Mekeng dalam keterangan tertulisnya, Rabu lalu. Pernyataan itu ia sampaikan di Ruang Rapat Pimpinan Fraksi Golkar, Gedung Nusantara V, Senayan.
Harapannya ke depan sederhana: anggaran pendidikan harus terus naik. Menurutnya, kunci kemajuan bangsa ya di sana, pada sistem pendidikan yang berkualitas dan berjalan baik. Tapi, itu bukan satu-satunya pekerjaan rumah.
Di sisi lain, sejak September tahun lalu, mereka mulai serius mengusung obligasi daerah. Kenapa? Banyak daerah yang kelimpungan setelah kebijakan efisiensi anggaran pusat diberlakukan. Tekanan fiskal itu nyata.
jelasnya.
Rencananya, Kalimantan Timur dan NTT akan jadi tujuan berikutnya. Kegiatan bakal jeda sebentar selama Ramadan, lalu dilanjutkan lagi pasca-Lebaran di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Artikel Terkait
Gelombang WNI Buru-Buru Pulang dari Kamboja Usai Razia Sindikat Scam
Tiga Tersangka Kuasai 270 Hektare Sawit Ilegal di Tesso Nilo
Prabowo Temui Raja Charles III di London Bahas Konservasi Gajah Sumatera
Tito Karnavian Tinjau Bireuen, Fokus pada Jembatan Rusak dan Pembersihan Lumpur