jelasnya.
Artinya, bukan tidak mungkin tersangka akan bertambah. “Apa yang ada di bukti digital bisa kita lakukan penegakan hukum,” ucap Hengki. Jadi, kasus ini masih bisa melebar.
Viral di Medsos
Aksi ini sempat ramai di media sosial. Kejadiannya bermula Jumat, 21 November 2025. Saat itu, petugas Satgas TNTN sedang berada di Poskotis. Tiba-tiba, sekelompok massa yang dipimpin JS datang dan memberi ultimatum: pos harus dikosongkan dalam satu jam.
Permintaan itu ditolak. Petugas bersikukuh bertugas sesuai perintah. Penolakan ini malah memicu kerumunan massa bertambah banyak. Suasana memanas dengan cepat, dan akhirnya berujung pada pembongkaran serta pengrusakan.
Fasilitas yang jadi sasaran lumayan banyak. Lima baliho, satu portal, tiga plang akrilik timbul, bahkan 3.000 bibit tanaman ikut hancur. Belum lagi tenda pleton TNI AD, tenda biru, plus dokumen dan perlengkapan pos lainnya.
Nggak cuma di satu tempat. Aksi berlanjut ke Pos 2 Kenayang yang letaknya tak jauh. Massa kembali merusak portal, plang, dan gapura selamat datang. Beberapa barang bahkan diangkut pakai truk. Perkiraan kerugian sementara? Sekitar Rp190 juta. Nilai yang nggak main-main.
Artikel Terkait
Jenazah Ketiga Korban Jatuhnya Pesawat di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan
Angkot Terguling di Jagorawi, Sopir Terluka Diduga Kurang Waspada Saat Hujan
Rerie Tegaskan: Indonesia Sudah Masuk Fase Krisis Iklim, Bukan Hanya Perubahan Iklim
Hakim Anwar Usman Buka Suara: Saya Jatuh, Hilang Ingatan, Kira Sudah Tamat