Dari penyelidikan sementara, peran keduanya dibedakan. MN diduga sebagai eksekutor yang turun langsung melakukan pencurian. Sementara RAJ bertugas mengawasi situasi di luar toko, semacam look out.
"Satu pelaku lain masih DPO (daftar pencarian orang). Barang bukti yang diamankan antara lain dua unit telepon genggam,"
tambahnya.
Budi Hermanto juga membeberkan kronologi waktu kejadian. Aksi pembobolan ini ternyata sudah terjadi sebelumnya, tepatnya pada 15 Desember 2025. Kerugian material yang diderita pemilik toko gadai pun tak main-main, ditaksir mencapai angka Rp 88 juta. Sampai sekarang, penyelidikan untuk mengejar pelaku yang masih buron terus dilakukan.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Sejumlah Jalan di Jakarta Selatan, Genangan Capai 60 Cm
KPK Tangkap Bupati Pekalongan, MK Koreksi Pasal Obstruction of Justice
Juventus Hajar Pisa 4-0, Posisi di Klasemen Tak Bergerak
DPW NasDem Riau Gelar Lomba Azan dan Dai Cilik untuk Semarakkan Ramadan