Sigit secara khusus menyoroti maraknya WNI yang jadi korban perdagangan orang di luar negeri. Dia berharap kehadiran direktorat baru ini bisa menekan angkanya.
"Banyak terjadi peristiwa people smuggling dengan korban warga kita," jelasnya.
Modusnya kerap sama: janji pekerjaan menggiurkan yang berujung pada perjalanan melalui jalur tidak resmi. Ironisnya, sering kali korban bersikap proaktif karena ketidaktahuan, yang justru menyulitkan proses pencegahan. Inilah yang ingin dihindari ke depannya.
Mengenai pekerja migran, Sigit juga memberi pesan.
"Paling tidak melalui jalur yang benar. Dengan begitu, masyarakat dapat jaminan perlindungan dan hak-haknya. Kita harus hindari peristiwa berulang seperti kasus sindikat online scamming yang baru-baru ini terjadi," tambahnya.
Lebih jauh, Kapolri juga menyinggung soal kesetaraan gender. Keberadaan Dit PPA-PPO ini disebutnya sebagai momentum untuk mendorong pemenuhan kesetaraan, sekaligus meningkatkan profesionalisme personel.
"Ini membuka kesetaraan gender. Tuntutan untuk memenuhi kuota 30% diharapkan bisa terpenuhi dengan adanya direktorat ini. Kita akan terus tingkatkan kapasitas personel agar kerja mereka maksimal dan profesional," imbuh Sigit menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
KPK Beri Lampu Hijau untuk Lahan Meikarta, Tapi Proyek Rusun Tetap Diawasi Ketat
Menteri Ara Undang KPK Kawal Anggaran Rusun Rp10 Triliun
Kejagung Geledah Money Changer, Lacak Aliran Dana Kasus Limbah Sawit
Enam Tersangka Diringkus Polisi Usai Rusak Pos Taman Nasional Tesso Nilo