Dampak dari kejadian mengerikan ini jelas tidak main-main. Menurut Tri Purwanto, meski secara fisik korban terlihat sehat, kondisi psikis mereka jelas terganggu. Trauma itu nyata.
"Saat ini kondisi korban kelihatan sehat tapi psikisnya terganggu akibat ini. Sekarang sedang dilakukan visum di RS Pamulang," ujarnya.
Untuk itu, tim dari UPTD PPA Tangsel kini turun tangan memberikan pendampingan. Mereka akan mendampingi keluarga melalui seluruh proses hukum yang berliku, sekaligus memulihkan kondisi mental anak-anak korban.
"Kita lakukan pendampingan proses hukumnya di polres, pendampingan visum di RSUD Pamulang, sama pemeriksaan psikologi anak setelah itu," tutur Tri.
Pelaku Berhasil Diamankan
Di sisi lain, proses hukum bergulir dengan cepat. Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, memaparkan kronologi penangkapan. Pelaku yang ditangkap malam itu bukan guru biasa, melainkan wali kelas dari para korban.
"Kita terima laporan sekira pukul 15.00 WIB," kata Wira. "Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan secara berkala dan sekitar pukul 19.00 WIB kita sudah amankan pelakunya."
Hanya berselang empat jam sejak laporan masuk, YP yang berusia 54 tahun itu sudah berada dalam tahanan. Langkah cepat, namun tentu tak serta merta menghapus luka yang telah terlanjur ditinggalkan.
Artikel Terkait
IRGC Tantang AS di Selat Hormuz, Kapal Tanker Kena Serangan Drone
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pengemudi Mobil yang Iseng Zig-zag di Tol Becakayu
Pemkab Bogor Gelar Salat Idul Fitri Perdana di Stadion Pakansari
Manajemen Bantah Isu Pemecatan Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Sebut Hoaks Deepfake