Operasi tangkap tangan KPK yang menjerat Bupati Pati Sudewo ternyata tak semudah yang dibayangkan. Di lapangan, tim penyidik sempat menghadapi sejumlah kendala serius. Butuh usaha ekstra sebelum mereka akhirnya berhasil mengamankan sang bupati dan mengungkap skema korupsi yang diduga melibatkannya.
Kesulitan itu diakui sendiri oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Dalam jumpa pers Selasa malam (20/1), Asep bercerita soal tantangan mengidentifikasi apa yang disebut sebagai 'Tim 8'. Kelompok inilah yang disebut membantu Sudewo memeras calon perangkat desa.
"Terkait dengan adanya istilahnya itu, kesulitan, iya. Jadi di lapangan itu kan kita nggak tahu nih. Ini siapa? Baru tahu. Ini orangnya Bupati, apa namanya? Oknum Bupati, ini 'Tim 8'," ujar Asep.
Memang tidak gampang. Penyidik harus kerja keras mencocokkan satu per satu anggota tim tersebut. Prosesnya berjam-jam, melelahkan.
"Itu setelah pemeriksaan berjam-jam, keterangan dari sana-sini. Kita enggak tahu ini siapanya orangnya, apa kaitannya? Baru kita tanya Kepala Desa yang lain, baru kita tanya para perangkat desa, itu baru ketahuan, 'Oh si orang ini, si ini, si ini. Bagiannya si ini, si ini'," ungkapnya lagi.
Artikel Terkait
Polisi Beri Teguran Lisan kepada Pengemudi Mobil yang Iseng Zig-zag di Tol Becakayu
Pemkab Bogor Gelar Salat Idul Fitri Perdana di Stadion Pakansari
Manajemen Bantah Isu Pemecatan Kapten Jakarta Pertamina Enduro, Sebut Hoaks Deepfake
Liga Arab Gelar Pertemuan Daritat Bahas Serangan Iran