"Kami sepakat. Hubungan antarparlemen ini pintu penting untuk menguatkan kerja sama di berbagai forum internasional," tambahnya.
Iran: Rezim Zionis Ibarat Kanker Ganas
Sementara dari pihak Iran, Dubes Boroujerdi menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap konsisten Indonesia. Dalam pandangannya, Israel adalah sumber utama instabilitas di kawasan.
"Rezim Zionis ini ibarat kanker ganas di kawasan," kata Boroujerdi dengan nada tegas.
"Jika persoalan ini bisa diselesaikan, maka perdamaian dan stabilitas akan lebih mudah terwujud."
Dubes itu menegaskan bahwa Israel punya agenda untuk melemahkan negara-negara Muslim. Iran, belajar dari sejarah seperti yang terjadi pada Libya dan Irak, tidak akan pernah menerima tekanan yang melucuti kemampuan pertahanannya.
"Kami tidak akan terima tuntutan yang menghilangkan kemampuan pertahanan kami," tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan, Boroujerdi mengundang HNW untuk kembali berkunjung ke Iran. Ia juga mengundangnya untuk menghadiri peringatan Hari Nasional Iran di Jakarta, 10 Februari 2026 mendatang. Undangan itu diterima baik oleh HNW.
"Saya sepakat. Cara terbaik memperkuat hubungan ya dengan saling mengunjungi, berdialog langsung," ujarnya.
Pertemuan itu ditutup dengan penegasan tentang solidaritas. Bagi HNW, umat Islam bagaikan satu tubuh. Jika ada satu bagian yang terluka, seluruhnya akan merasakan sakit yang sama.
"Kerja sama dan kebersamaan itulah kuncinya. Untuk membela kemanusiaan, untuk menegakkan keadilan," pungkasnya.
Artikel Terkait
All In Rp 225 Juta: Tarif Fantastis Suap Jabatan Desa di Pati Terkuak KPK
Prabowo dan Starmer Perkuat Kemitraan Maritim di Downing Street
Karung Uang Haram Bupati Pati Terkuak, Rp 2,6 Miliar Disita KPK
KPK Bongkar Modus Pemerasan Bupati Pati, Diduga Merambah ke Jabatan Lebih Tinggi