Di sisi lain, program ini bukan sekadar urusan pendidikan belaka. Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Selain pendidikan berkualitas tanpa biaya, para siswa juga mendapat fasilitas pendukung seperti Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis. Bahkan, orang tua mereka pun tidak dilupakan. Mereka diarahkan untuk ikut program pemberdayaan ekonomi dan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, agar dampak positifnya benar-benar menyentuh seluruh keluarga.
Karena bobot tanggung jawabnya yang besar itulah, Gus Ipul mengingatkan para kepala daerah. Proses penetapan siswa harus berjalan bersih, jujur, dan profesional.
"Jadi jangan ada serobotan-serobotan, jangan ada titip-titipan, jangan ada sogok-menyogok, jangan ada suap-menyuap, jangan ada permainan-permainan untuk memaksakan keluarga tertentu bisa sekolah di sekolah ini,"
tegasnya tanpa tedeng aling-aling.
"Mari saya mengajak dengan segala hormat pada seluruh bupati untuk bersama-sama kita tindak lanjuti di lapangan,"
tambahnya, menutup pesannya.
Hingga tahun 2025, program rintisan ini sudah menjangkau 166 titik di seluruh Indonesia. Sekitar 16 ribu siswa telah terdaftar, didukung oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan. Kini, pembangunan sekolah permanen juga sudah mulai digarap di lebih dari 100 lokasi. Upaya ini jelas merupakan langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan bagi mereka yang paling membutuhkan.
Artikel Terkait
Dubalang dan Adat Jadi Penjaga Kunci Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing
Kim Jong Un Murka, Pejabat Dicopot Langsung di Tempat
Wamen Sos Tegaskan Lahan Sekolah Rakyat Harus Bebas Sengketa
HNW Tegaskan Sikap Palestina adalah Harga Mati Konstitusi Indonesia