Suasana kembali memanas di perbatasan Thailand-Kamboja. Laporan terbaru dari kelompok pengawas hak asasi manusia LICADHO, yang dirilis Selasa (20/1/2026), menyebut pasukan Thailand menghancurkan rumah-rumah warga Kamboja di wilayah sengketa. Tindakan ini terjadi di daerah yang memang sudah lama jadi ajang ketegangan kedua negara.
Konflik perbatasan ini bukan hal baru. Sudah berpuluh tahun berlangsung, dan tahun lalu sempat meledak jadi bentrokan militer serius. Ingat Desember? Pertempuran saat itu merenggut puluhan nyawa dan memaksa sekitar satu juta orang mengungsi, baik dari sisi Kamboja maupun Thailand. Gencatan senjata akhirnya disepakati di akhir bulan itu, menghentikan pertikaian yang sudah berjalan tiga minggu.
Tapi, damai itu ternyata rapuh.
Pasca gencatan senjata, otoritas Kamboja langsung melontarkan tuduhan. Mereka menyebut pasukan Thailand bergerak menduduki sejumlah area di empat provinsi perbatasan. Tak cuma itu, Kamboja juga menuntut tentara Thailand segera menarik diri dari wilayah yang mereka klaim.
Artikel Terkait
Guru Tangerang Selatan Terancam Dipecat Usai Diduga Cabuli 16 Siswa
KNKT Buka Suara: Pesawat ATR 42-500 Maros Dinyatakan Normal Sebelum Terbang
Hujan dan Evakuasi Truk Batu Picu Macet Parah di Sudirman hingga Casablanca
Keadilan untuk Warga dan Alam: Legalisasi Tambang Rakyat Kuansing Dimulai