Gedung Merah Putih KPK di Kuningan kembali ramai. Kali ini, penyidik memanggil sejumlah saksi dari kalangan biro perjalanan. Pemeriksaan ini masih berkaitan dengan kasus korupsi kuota haji tahun 2023-2024 yang menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan hal itu. "Saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024," katanya kepada awak media, Selasa (20/1/2026).
Menurut Budi, pemeriksaan digelar di kantor pusat KPK. Ada empat nama yang hadir memenuhi panggilan: Risky Arison Nazir dari PT Menan Ekspressindo, Teddy Cahyadi (PT. Surya Sekawan Nusa Tours), Sofwan Son Haji (PT. Al Amsor Mubarokah Wisata), dan Juli Fauza dari PT. Fazary Wisata.
Ini bukan pemeriksaan pertama. Sebelumnya, KPK sudah memanggil Muzaki Kholis, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta. Posisinya cukup krusial. KPK menduga dia bertindak sebagai perantara atau broker.
"Ya, bisa disebut broker," ungkap Budi dalam kesempatan terpisah, Rabu (14/1). "Seperti sebagai perantara, untuk menyambungkan inisiatif-inisiatif dari PIHK atau dari biro-biro travel ini."
Artikel Terkait
Kapolri Pimpin Gerakan Tanam Jagung Serentak, Dukung Swasembada Hadapi Krisis Global
Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak di Lahan Polri untuk Dukung Ketahanan Pangan
Bamsoet: Fenomena No Viral No Justice Alarm Rusaknya Sistem Hukum
Transjakarta Gelar Festival Rekrutmen, Buka Lowongan untuk Dongkrak Layanan Transportasi