Posisi Prancis sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB jelas mempengaruhi sikap ini. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mereka sudah lebih dulu bersuara. Dalam sebuah pernyataan, Kemlu Prancis menegaskan komitmen kuat negara itu terhadap PBB.
"Ini tetap menjadi landasan multilateralisme yang efektif, di mana hukum internasional, kesetaraan kedaulatan negara, dan penyelesaian sengketa secara damai lebih diutamakan daripada kesewenang-wenangan, politik kekuasaan, dan perang," begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Di sisi lain, pemerintah Prancis juga mengaku masih mempelajari usulan kerangka hukum dewan tersebut bersama para sekutu. Hanya saja, kekhawatiran mereka sudah jelas: proyek Trump ini dinilai melebar, tidak fokus pada krisis kemanusiaan di Gaza.
Meski menolak format dewan ala Trump, Prancis menegaskan bahwa komitmen mereka untuk perdamaian di wilayah itu tidak berkurang. Menurut sumber tadi, Paris tetap berpegang pada dua hal: pentingnya gencatan senjata yang segera di Gaza, dan perlunya sebuah peta politik yang jelas dan bisa dipercaya bagi masa depan Palestina dan Israel.
Artikel Terkait
Ibu Cari Rumput di Waduk Tarakan Diserang Buaya, Diselamatkan Polisi
Pemuda 25 Tahun Tewas Usai Pesta Miras Dua Lokasi di Langkat
Pemberontakan di Pringsewu Berujung Tewasnya Pencuri Sapi
Bupati Pati Diamankan ke Semarang Usai Diperiksa KPK di Kudus