Iran Akui 5.000 Tewas dalam Gelombang Protes, Angka Sebenarnya Diduga Lebih Tinggi

- Senin, 19 Januari 2026 | 10:15 WIB
Iran Akui 5.000 Tewas dalam Gelombang Protes, Angka Sebenarnya Diduga Lebih Tinggi

Yang terjadi kemudian adalah kerusuhan paling berdarah sejak Revolusi Islam 1979. Laporan-laporan dari dalam menyebut aparat keamanan bertindak keras. Situasinya kacau, mencekam.

Di sisi lain, kelompok HAM yang berbasis di AS, Human Rights Activists in Iran (HRANA), punya catatan berbeda. Pada Sabtu (17/1), mereka melaporkan angka korban tewas mencapai sedikitnya 3.308 jiwa. Bahkan, ada ribuan kasus lain tepatnya 4.382 yang masih dalam proses peninjauan. Angkanya mungkin masih akan bertambah.

Bukan cuma korban jiwa. HRANA juga mengonfirmasi penangkapan massal yang luar biasa: lebih dari 24.000 orang diamankan selama kerusuhan berlangsung.

Data dari HRANA ini patut diperhitungkan. Sebab, dalam kerusuhan-kerusuhan sebelumnya di Iran, pelaporan mereka terbukti cukup akurat. Metodenya? Mereka mengandalkan jaringan pendukung di dalam negeri untuk memeriksa silang setiap informasi yang masuk. Hasilnya adalah potret suram yang sulit dibantah.


Halaman:

Komentar