Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung

- Senin, 19 Januari 2026 | 01:15 WIB
Tim SAR Bersiap Hadang Cuaca untuk Evakuasi Korban dan Serpihan Pesawat di Gunung Bulusaraung

"Evakuasi belum bisa dilakukan karena hujan, angin kencang, serta kabut tebal," katanya. "Semua itu membatasi jarak pandang dan tentu saja membahayakan keselamatan personel di lapangan."

Untuk sementara, tim fokus pada pengamanan lokasi dan identifikasi awal. Mereka menunggu jeda dari alam. Rencana besok sudah disiapkan matang, tinggal eksekusi.

Operasi besar-besaran ini melibatkan ribuan personel. Gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemda, plus relawan. Mereka didukung peralatan lengkap, dari darat sampai udara, dengan teknologi komunikasi khusus untuk medan terpencil.

Pemantauan cuaca akan dilakukan ketat. Keselamatan tim di lapangan jadi prioritas nomor satu. Di gunung itu, masih tersisa serpihan pesawat dan jenazah korban yang belum seluruhnya teridentifikasi.

Pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) itu hilang kontak Sabtu siang, tepatnya saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin. Di dalamnya ada sepuluh orang.

Tujuh di antaranya adalah kru pesawat, dengan Pilot Captain Andi Dahananto memimpin kokpit.

Sedangkan tiga penumpang lainnya adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Mereka adalah Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara), dan Yoga Naufal (Operator Foto Udara).


Halaman:

Komentar