"Tanggal 16-18 Januari 2026 hingga pukul 06.00 Wita, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, 1 kali gempa vulkanik dalam," imbuh Lana, menunjukkan aktivitas yang belum juga mereda.
Secara visual, penampakan gunung itu bervariasi. Kadang terlihat jelas, kadang tertutup kabut. Asap kawahnya berwarna putih hingga kelabu, tipis sampai sedang, membumbung 20-200 meter di atas puncak. Sementara itu, kolom erupsinya jauh lebih tinggi, mencapai 200-500 meter, dengan warna yang berubah dari putih, kelabu, hingga hitam pekat.
Semua data itu yang akhirnya mendorong keputusan menaikkan status. Kini, warga di sekitar dan pihak berwenang diminta untuk lebih waspada.
Artikel Terkait
Kediaman Kosong di Bogor, Menanti Kabar dari Gunung Bulusaurung
Tanggul Jebol dan Air Pasang Lumpuhkan 98 Perjalanan Kereta di Pekalongan
Museveni Kembali Berkuasa di Uganda, Oposisi Menolak Hasil Pemilu Penuh Kontroversi
Andre Rosiade Bagi 1.000 Sembako dan Jenguk Nenek Korban Tambang Ilegal di Pasaman