Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Tewaskan Satu Orang, Lalu Lintas Macet Total

- Rabu, 03 Desember 2025 | 07:30 WIB
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Tewaskan Satu Orang, Lalu Lintas Macet Total

Kemacetan panjang tiba-tiba memenuhi ruas Tol Cipularang menuju Jakarta siang itu. Penyebabnya bukan sekadar volume kendaraan biasa, melainkan sebuah kecelakaan beruntun yang berakhir tragis. Selain merenggut nyawa, insiden ini membuat beberapa lajur jalan sama sekali tak bisa dilewati.

Informasi awal soal musibah ini beredar lewat unggahan akun X milik Jasa Marga. Menurut mereka, kejadiannya berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025.

Lokasi pastinya ada di Kilometer 111. Usai tabrakan beruntun itu, suasana di lokasi langsung berubah jadi kacau. Lalu lintas macet total, penuh dengan kendaraan yang terjebak dan sirene yang bersahutan.

“Terpantau kepadatan imbas penanganan kecelakaan beruntun yang terjadi di Km 111 Ruas Tol Cipularang arah Jakarta. Beberapa lajur tidak dapat dilalui,”

Begitu bunyi penjelasan resmi dari Jasa Marga.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, kecelakaan ini melibatkan tidak kurang dari sembilan kendaraan. Kejadiannya sendiri terjadi sekitar pukul 13.40 WIB.

Daftar kendaraannya beragam: mulai dari Toyota Corolla, Avanza, HR-V, dua unit Innova, sebuah Huawei, Jazz, hingga truk boks dan Fuso Los Bak. Riuh rendah logam penyok dan kaca pecah memenuhi lokasi.

Kepala Induk PJR Tol Cipularang, Kompol Joko Prihantono, memberikan konfirmasi langsung soal korban.

“Sembilan kendaraan terlibat, lima orang luka, satu orang meninggal dunia,”

katanya, seperti dilansir dari detikJabar di hari yang sama.

Nyawa yang melayang dan beberapa orang yang terluka itu kini menjadi duka yang mendalam. Sementara itu, antrean kendaraan di lokasi masih merayap pelan, mengingatkan semua pengguna jalan akan betapa rapuhnya keselamatan di tengah hujan dan jalanan yang lengang sekalipun.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar