Seorang perempuan berusia 27 tahun, berinisial F, dilaporkan hilang oleh keluarganya di Johar Baru, Jakarta Pusat. Ternyata, ia memilih pergi dari rumahnya sendiri. Sudah lima hari lamanya F tidak pulang, menginap di tempat teman.
Kapolsek Johar Baru, Kompol Saiful Anwar, menuturkan kronologi kejadiannya. Laporan itu masuk pada Jumat sore, sekitar pukul tiga. Tanpa buang waktu, petugas langsung bergerak melakukan pencarian.
"Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak melakukan pencarian," ujar Saiful.
Hasilnya? Tak sampai malam, F sudah ditemukan. Sekitar pukul sembilan malam, ia berhasil dilacak sedang berada di sebuah kedai kopi di kawasan Cempaka Putih.
Menurut penjelasan polisi, F ternyata sudah pergi sejak hari Senin. Alasannya klasik tapi kerap berat: masalah keluarga. Ia mengaku kabur atas kemauannya sendiri.
"Yang bersangkutan mengaku pergi karena permasalahan keluarga. Selama lima hari, ia tinggal bersama teman-temannya dan tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun," katanya menegaskan.
Setelah ditemukan, F dibawa ke Polsek. Di sana, ia dipertemukan kembali dengan keluarganya. Yang menggembirakan, pertemuan itu berakhir dengan kesepakatan untuk memperbaiki hubungan. Kedua belah pihak berjanji akan menjaga komunikasi agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari.
Di sisi lain, pihak keluarga tak bisa menyembunyikan rasa syukur dan apresiasinya. Mereka lega bisa berkumpul kembali.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Johar Baru dan Polres Metro Jakarta Pusat yang dengan cepat membantu mencari anggota keluarga kami. Alhamdulillah, keluarga kami dapat kembali berkumpul dan persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik," tutur salah seorang keluarga F.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E. P Hutagalung, juga menyoroti keberhasilan ini. Ia menekankan bahwa penanganan orang hilang harus cepat sekaligus penuh empati.
"Penanganan laporan orang hilang harus dilakukan secara cepat dan humanis. Kami bersyukur korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas Reynold.
Kasus ini pun berakhir damai. Bukan dengan drama penangkapan, tapi dengan rekonsiliasi sebuah keluarga yang sempat retak.
Artikel Terkait
Politikus PKS Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai dengan Transparan
Raperda Pengelolaan Air Tanah Kalsel Rampung, Menunggu Evaluasi Kemendagri
Polda Maluku Tingkatkan Status Kasus Pembunuhan Nus Kei ke Tahap Penyidikan
BNPB Catat Kebakaran Lahan di Kaltim dan Banjir di Pasuruan dalam Dua Hari