Saudi, bersama Qatar dan Oman, disebut-sebut aktif memimpin diplomasi untuk mencegah serangan. Alasannya jelas: mereka khawatir aksi militer akan berujung pada dampak buruk yang serius bagi stabilitas kawasan.
Kekhawatiran itu rupanya juga bergema di dalam internal Washington sendiri. Seperti dilaporkan Wall Street Journal, para penasihat Trump memberi peringatan keras. Serangan skala besar, menurut mereka, kecil kemungkinannya bisa menggulingkan rezim Iran. Justru, langkah itu berisiko membuka kotak Pandora memicu konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Jadi, skenarionya jadi unik. Biasanya vokal mengkritik Iran, kali ini Netanyahu dan beberapa tetangga regionalnya justru memilih jalur kehati-hatian. Mereka sepertinya lebih takut pada badai yang bisa muncul setelah serangan pertama, ketimbang membiarkan Trump menjalankan ancamannya. Situasi yang cukup ironis, bukan?
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Serangan AS-Israel Hancurkan Rumah Sakit dan Sekolah di Ramadan
Kejagung Geledah 20 Lokasi di Medan dan Riau untuk Usut Korupsi Limbah Sawit
Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman 20 Hari ke Depan Meski Selat Hormuz Ditutup
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan