Saudi, bersama Qatar dan Oman, disebut-sebut aktif memimpin diplomasi untuk mencegah serangan. Alasannya jelas: mereka khawatir aksi militer akan berujung pada dampak buruk yang serius bagi stabilitas kawasan.
Kekhawatiran itu rupanya juga bergema di dalam internal Washington sendiri. Seperti dilaporkan Wall Street Journal, para penasihat Trump memberi peringatan keras. Serangan skala besar, menurut mereka, kecil kemungkinannya bisa menggulingkan rezim Iran. Justru, langkah itu berisiko membuka kotak Pandora memicu konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan.
Jadi, skenarionya jadi unik. Biasanya vokal mengkritik Iran, kali ini Netanyahu dan beberapa tetangga regionalnya justru memilih jalur kehati-hatian. Mereka sepertinya lebih takut pada badai yang bisa muncul setelah serangan pertama, ketimbang membiarkan Trump menjalankan ancamannya. Situasi yang cukup ironis, bukan?
Artikel Terkait
Tokyo Lumpuh: Ratusan Ribu Komuter Terjebak Akibat Padamnya Jalur Kereta Utama
Naluri Ibu Selamatkan Putri dari Cengkeraman Buaya di Sungai Kuantan
Tepuk Tepung Tawar Warnai Peralihan Pucuk Pimpinan Polres Siak
Piazza Firenze Garut: Dari Sukaregang Menuju Sorotan Dunia Kulit