Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar, Target Rampung September

- Jumat, 16 Januari 2026 | 06:40 WIB
Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar, Target Rampung September

Pekerjaan memotong tiang-tiang monorel yang sudah mangkrak puluhan tahun di Rasuna Said akhirnya dimulai. Targetnya, semua tiang itu akan raib pada September nanti. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut ada 109 tiang yang akan dibongkar sebagai bagian dari penataan kawasan.

“Jumlah tiangnya ada 109 sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai,” ujar Pramono saat meninjau lokasi, Rabu lalu.

Menurutnya, pembongkaran ini jadi penanda keseriusan pemprov menangani fasilitas publik yang terbengkalai. Namun begitu, dia juga meluruskan soal anggaran yang sempat ramai dibicarakan.

“Sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang Rp 100 miliar itu bukan motongnya. Motongnya hanya Rp 254 juta. Yang besar itu penataannya,” tegas Pramono.

Ya, biaya pemotongan tiang ‘hanya’ sekitar Rp 254 juta. Tapi untuk penataan menyeluruh jalan, selokan, trotoar, hingga penerangan anggarannya membengkak hingga Rp 102 miliar. Pemprov masih mengkaji detail penataan kawasan ini lebih lanjut.

Di lapangan, prosesnya baru benar-benar dimulai. Pantauan di lokasi pada Kamis (15/1) menunjukkan baru satu tiang yang berhasil dirobohkan. Besi menjulangnya sudah lenyap. Bekas pondasi betonnya kini ditutupi lakban kuning-hitam, dikelilingi papan proyek putih bergambar logo Pemprov DKI.

Sementara itu, tiang-tiang lain masih tegak berdiri. Sebagai penanda, bagian bawahnya sudah dibalut garis peringatan hitam-kuning.

Lalu, bagaimana cara membongkar 108 tiang sisanya tanpa bikin macet parah? Jawabannya: kerja malam. Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, membeberkan strateginya.

“Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 22.00 malam, window time-nya kami tetapkan dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00,” jelas Syafrin.

Skemanya satu tiang per malam. Yang penting, tidak ada penutupan jalan total. Hanya lajur lambat di titik pekerjaan yang ditutup secara bertahap.

“Tidak ada penutupan jalan. Penutupan hanya di lajur lambat dan dilakukan staging. Arus dari lajur cepat tetap bisa masuk ke lajur lambat,” ungkapnya.

Untuk mengawasi situasi, Dishub dan Satpol PP akan menyiagakan sekitar 30 personel setiap malam. Tugas mereka mengatur arus lalu lintas dan mengamankan lokasi proyek. Perlahan, simbol kegagalan transportasi masa lalu itu pun akan satu per satu menghilang dari langit Jakarta.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar