Di hadapan ribuan pelajar di GOR Tri Buana Pekanbaru, Kamis lalu, suasana terasa berbeda. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan tak hanya berbicara soal keamanan, tapi justru menyuarakan kepedulian lingkungan. Acara Youth Green Policing Eco Academy 2026 itu menjadi panggungnya untuk menyampaikan pesan mendesak: generasi muda, khususnya mereka yang lahir sekitar 2007-2008, harus jadi garda terdepan pelestarian alam Riau.
Menurutnya, anak-anak muda ini punya 'senjata' ampuh yang tak dimiliki generasi sebelumnya: teknologi di ujung jari. Kekuatan itulah yang harus dimanfaatkan.
"Satu postingan kalian di media sosial bisa menjangkau jutaan orang. Satu video TikTok yang kalian buat tentang kondisi hutan Riau bisa memicu kesadaran ekologis secara global,"
kata Herry Heryawan dengan semangat.
Nada bicaranya kemudian berubah lebih personal dan haru. Ia menyebut kehadirannya saat itu bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai penyambung lidah bagi makhluk yang tak bisa bersuara.
"Saya hadir di sini bukan saja mewakili diri saya, tapi mewakili Domang, Tari, dan seluruh gajah yang ada di pusat latihan gajah di Riau. Domang dan Tari tidak bisa membuat petisi, tidak bisa protes terhadap hutan yang ditebang secara serampangan,"
ujarnya, penuh emosi.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Lindungi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Persis Solo Tekuk Persik Kediri 2-1, Peluang Bertahan di Liga 1 Masih Terbuka
Iran Sambut Positif Niat Prabowo Jadi Mediator di Timur Tengah
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik