“Kita pernah disuratin sama komunitas Madura ini. Belum kita jawab, dua tiang sudah hilang,” kelakarnya lagi.
Faktanya, proyek monorel itu teronggok tak tersentuh lebih dari 21 tahun. Bukan cuma soal kejelasan proyek yang mengambang, tapi juga masalah keselamatan. Rano menyebut sudah ada korban kecelakaan di sekitar lokasi tiang itu. Estetika kota? Jelas terganggu.
Di sisi lain, Pemprov DKI akhirnya memutuskan untuk membongkar tiang-tiang tersebut. Ini bagian dari penataan kawasan Rasuna Said yang lebih luas. Rano menegaskan, anggaran pembongkaran tiang monorel sendiri tidaklah besar.
“Tebang monorel itu cuma sekitar Rp 254 juta,” tegasnya. “Yang Rp 100 miliar itu bukan buat monorelnya, tapi untuk penataan Jalan Rasuna Said dari ujung ke ujung.”
Harapannya, setelah tiang-tiang itu raib, penataan ruang bisa lebih baik. Lebar jalan bisa disamakan, lalu lintas lebih lancar, dan tentu saja, keselamatan pengguna jalan meningkat. Rasuna Said mungkin akhirnya bisa kembali bernapas lega setelah dua dekade lebih terhimpit bayang-bayang proyek yang terlupakan.
Artikel Terkait
KPK Petakan Titik Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis
Andre Rosiade Salurkan 5.000 Paket Sembako dan Janjikan Program Jangka Panjang di Dharmasraya
Polresta Serang Kota Tangkap Otak Pencurian Motor yang Juga Edarkan Sabu
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam