Rano Karno Buka Suara: Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Pernah Ditawar Komunitas Madura

- Kamis, 15 Januari 2026 | 20:10 WIB
Rano Karno Buka Suara: Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Pernah Ditawar Komunitas Madura

Di tengah acara Go Live Ceremony ERP Fusion PAM Jaya di Duren Sawit, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyisipkan sebuah kelakar. Ia bercerita soal tiang monorel mangkrak di Rasuna Said yang sudah puluhan tahun jadi pemandangan tak sedap di ibu kota. Menurutnya, komunitas Madura sempat berminat mengurus tiang-tiang itu.

“Sebetulnya saya sudah berbisik sama Pak Gub, ‘Mas, kalau mau kasih sama Madura, dapat duit kita ini.’ Serius,” ujar Rano, Kamis (15/1/2026) lalu.

“Wah Bang, ini bukan punya kita,” sambungnya menirukan balasan Gubernur. “Bukan, daripada kita keluar duit, udahlah, kita borongin sama Madura. Kita dapat duit.”

Ucapannya itu langsung disambut gelak tawa hadirin yang hadir.

Rano mengaku, minat komunitas Madura itu bahkan sempat disampaikan lewat surat resmi ke Pemprov DKI. Sayangnya, sebelum ada tindak lanjut, dua tiangnya malah lebih dulu raib entah ke mana.

“Kita pernah disuratin sama komunitas Madura ini. Belum kita jawab, dua tiang sudah hilang,” kelakarnya lagi.

Faktanya, proyek monorel itu teronggok tak tersentuh lebih dari 21 tahun. Bukan cuma soal kejelasan proyek yang mengambang, tapi juga masalah keselamatan. Rano menyebut sudah ada korban kecelakaan di sekitar lokasi tiang itu. Estetika kota? Jelas terganggu.

Di sisi lain, Pemprov DKI akhirnya memutuskan untuk membongkar tiang-tiang tersebut. Ini bagian dari penataan kawasan Rasuna Said yang lebih luas. Rano menegaskan, anggaran pembongkaran tiang monorel sendiri tidaklah besar.

“Tebang monorel itu cuma sekitar Rp 254 juta,” tegasnya. “Yang Rp 100 miliar itu bukan buat monorelnya, tapi untuk penataan Jalan Rasuna Said dari ujung ke ujung.”

Harapannya, setelah tiang-tiang itu raib, penataan ruang bisa lebih baik. Lebar jalan bisa disamakan, lalu lintas lebih lancar, dan tentu saja, keselamatan pengguna jalan meningkat. Rasuna Said mungkin akhirnya bisa kembali bernapas lega setelah dua dekade lebih terhimpit bayang-bayang proyek yang terlupakan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar