Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang sesak, Kamis (15/1) lalu, terungkap sebuah klaim mengejutkan dari terdakwa Ammar Zoni. Artis bernama asli Muhammad Amar Akbar itu mengaku bahwa surat pernyataan yang menjadi barang bukti, bukan murni buah pikirannya. Isinya didiktekan oleh petugas Rutan Salemba, tempat dia ditahan terkait kasus narkotika.
“Ini bukan saya,” ujar Ammar tiba-tiba, suaranya terdengar jelas di tengah keheningan persidangan.
Hakim yang memimpin langsung menyambut pernyataan itu dengan pertanyaan lanjutan. “Bukan, ini tulisan siapa?”
“Nggak, ini semuanya saya yang menulis, tapi maksudnya saya disuruh,” jawab Ammar, berusaha menjelaskan.
“Disuruh siapa?” tanya hakim lagi, mengejar.
Artikel Terkait
Qatar Tembak Jatuh Pesawat Iran dan Hentikan Produksi LNG di Tengah Eskalasi
Dubes Iran Desak D-8 Kutuk Serangan AS-Israel Jelang KTT di Jakarta
Bank Jambi Lakukan Rebuild Sistem Menyeluruh Usai Gangguan, Layanan Digital Masih Ditutup
Presiden Iran Ancam Balas Serangan ke Sekolah dan Rumah Sakit di Teheran