Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan perintah tegas. Kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang dipimpin Rosan Roeslani, ia meminta tata kelola BUMN segera dibenahi. Soalnya, menurut Prabowo, badan usaha milik negara itu masih penuh persoalan. Langkah ini langsung mendapat dukungan dari Kapoksi PKB Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim. Ia melihatnya sebagai momentum tepat untuk bersih-bersih BUMN di awal 2026.
Rivqy tak sungkan menyampaikan pandangannya kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Bagi Rivqy, BUMN jelas bukan perusahaan pribadi. Setiap pimpinan di dalamnya, tegas dia, harusnya introspeksi diri ketimbang menuntut penghargaan.
Ia kemudian menyinggung soal karakter pemimpin. BUMN, menurut Rivqy, membutuhkan sosok yang berani bertanggung jawab dan punya rasa malu saat gagal. Kritik pedas dari Presiden, harapnya, bisa jadi pemicu pembersihan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan