Brigjen Jossy Tanam Pohon Perpisahan, Wariskan Napas Hijau untuk Riau

- Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00 WIB
Brigjen Jossy Tanam Pohon Perpisahan, Wariskan Napas Hijau untuk Riau

Upacara pelepasan di Mapolda Riau Rabu lalu memang berbeda. Bukan cuma soal prosesi seremonial dan pedang pora, tapi ada sesuatu yang lebih hijau. Saat akan mengemban tugas barunya sebagai Wakapolda Kalimantan Timur, Brigjen Jossy Kusumo menyempatkan diri menanam sebuah pohon. Aksi simbolis ini diikuti sejumlah pejabat utama lain yang juga berpamitan.

Suasana pagi di lingkungan Mapolda terasa khidmat. Selain Brigjen Jossy, ada beberapa nama yang turut dilepas: Kombes Asep Darmawan, Kombes Anom Karibianto, Kombes Tri Setyadi, dan Kombes Wahono Edhi. Tak ketinggalan, Kombes Anisullah M Ridha serta Kombes Taufiq Lukman Nurhidayat.

Nah, tradisi menanam pohon ini rupanya sudah jadi bagian dari budaya di sini. Gagasan itu digaungkan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Ia ingin setiap pejabat yang datang dan pergi meninggalkan jejak positif bagi lingkungan sebuah komitmen nyata menghadapi ancaman deforestasi dan kebakaran hutan di Riau.

Di sisi lain, Wakapolda Riau yang baru, Brigjen Pol Hengki Haryadi, juga hadir mendampingi. Ia menyaksikan langsung momen itu.

"Penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni," ujar Irjen Herry.

"Ini warisan kebaikan bagi alam. Biar raga para pejabat sudah bertugas di tempat lain, pohon ini akan terus tumbuh. Inilah jati diri kita di Polda Riau."

Setelah sesi penghijauan, suasana pelan-pelan berubah haru. Kapolda Irjen Herry Heryawan maju, mengalungkan rangkaian bunga kepada Brigjen Jossy dan para Pamen yang mutasi. Pelukan hangat dan jabatan tangan erat mengiringi setiap langkah perpisahan.

Herry menyampaikan terima kasih yang mendalam. Dedikasi Brigjen Jossy, terutama soal integritas dan ketegasan menegakkan hukum lingkungan di Riau, disebutnya luar biasa.

Brigjen Jossy sendiri tampak terenyuh. Saat melewati barisan personel yang memberi penghormatan terakhir, matanya berkaca-kaca. Baginya, pohon yang baru ditanamnya tadi lebih dari sekadar tanaman. Itu adalah simbol cinta pada tanah Riau, tempat yang telah membesarkan namanya.

Dengan cara ini, kepergiannya tak cuma membawa kenangan. Ia juga meninggalkan semacam "napas" baru bagi Mapolda sebuah pengabdian yang diharapkan tetap hijau, tumbuh sepanjang masa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar