Di sisi lain, dia juga mendorong terobosan. Misalnya, dalam menangani anak-anak yang terlibat tawuran. Pola-pola kejadian harus dipelajari agar bisa dicegah dengan pendekatan yang tepat, bukan sekedar reaktif.
Sebelum menutup arahan, dia berpesan agar seluruh anggotanya lebih peka. Respons harus cepat, termasuk untuk informasi yang mengalir dari media sosial. Layanan 110 Polri, ditegaskannya, harus benar-benar dimaksimalkan.
Harapannya jelas. Dengan arahan ini, Ditres PPA dan PPO diharapkan bisa bekerja lebih proaktif dan humanis. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga kunci. Tujuannya satu: penanganan kasus tidak hanya berhenti di pengadilan, tapi juga mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Artikel Terkait
Google Bantah Keterkaitan Investasi Gojek dengan Kasus Korupsi Chromebook
17 Lapak Liar di Pasar Cibinong Dibongkar, Puing-puing Langsung Disingkirkan
Menkeu Purbaya Sambangi Kejagung, Bahas Potensi PNBP Puluhan Triliun
Iran Tantang Trump dengan Ancaman Sidang Kilat dan Hukuman Mati bagi Demonstran