Air banjir di Kecamatan Benda, Tangerang, akhirnya mulai mengalir pergi. Pasca genangan, yang tersisa adalah pekerjaan rumah untuk memulihkan kondisi warga. Nah, di tengah situasi ini, kepolisian setempat turun tangan memberikan layanan langsung kepada masyarakat yang terkena dampak.
Kasidokkes Polres Metro Tangerang Kota, Iptu dr. Adityas Basriwijaya, menjelaskan bentuk bantuannya. Layanan itu diberikan Rabu lalu.
"Kami fokus pada analisis keluhan kesehatan yang paling banyak muncul dulu. Lalu ada pemeriksaan klinis untuk para pengungsi," katanya.
"Tak ketinggalan, kami beri edukasi soal menjaga sanitasi di sekitar posko. Ini penting banget untuk mencegah penyakit menular setelah banjir," tambah Adityas.
Memang, selain urusan pemeriksaan medis, ada hal lain yang ditekankan. Menurutnya, kebersihan lingkungan posko pengungsian harus jadi perhatian serius. Tujuannya jelas: memotong risiko munculnya penyakit, terutama bagi kelompok yang paling rentan.
"Penekanan kami berikan kepada pengungsi. Kebersihan lingkungan ini kunci untuk meminimalisir risiko," jelasnya lagi.
Dari data yang berhasil dihimpun, ada sekitar 17 kepala keluarga yang mengungsi. Bayangkan, ketinggian air saat itu mencapai satu meter. Di antara mereka, terdata kelompok rentan yang butuh perhatian ekstra: satu bayi, dua balita, dan dua lansia.
"Sisanya adalah anak-anak dan orang dewasa," beber Adityas.
Di sisi lain, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan satu hal. Dalam penanganan bencana seperti ini, pelayanan kesehatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Dia punya pesan sederhana untuk warga.
"Kalau ada keluhan kesehatan, jangan ragu-ragu. Segera laporkan ke petugas di posko supaya bisa ditangani dengan cepat," ungkap Jauhari.
Artikel Terkait
Netanyahu Setujui Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon, Pasukan Israel Tetap di Zona Keamanan
Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea ke India, Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Messi Resmi Jadi Pemilik Klub Divisi Lima Spanyol, UE Cornellà
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel