Serangan udara kembali mengguncang Yaman. Kali ini, targetnya adalah posisi kelompok separatis yang punya hubungan erat dengan Uni Emirat Arab. Dari lokasi serangan, laporan korban jiwa mulai berdatangan.
Menurut Mohammed Abdulmalik, seorang pimpinan di Dewan Transisi Selatan (STC) untuk wilayah Wadi Hadramaut, tujuh kali serangan menghantam sebuah kamp di Al-Khasah. "Akibatnya, tujuh orang tewas," ujarnya. Lebih dari dua puluh orang lainnya mengalami luka-luka.
Ini bukan insiden pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebenarnya, situasi sudah memanas sejak pertengahan pekan lalu. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan bombardir ke kota pelabuhan Mukalla. Pemicunya? Kedatangan dua kapal dari Fujairah, UEA, yang dicurigai membawa muatan khusus.
Brigjen Turki al-Maliki, juru bicara koalisi, bersikeras bahwa serangan mereka tepat sasaran. Katanya, awak kapal sengaja mematikan sistem pelacakan sebelum memindahkan muatan di pelabuhan. Muatan itu diduga adalah senjata dan kendaraan tempur dalam jumlah besar.
"Awak kedua kapal itu menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan (STC)," begitu pernyataan resmi yang dikutip dari Saudi Press Agency.
Melihat ancaman yang bisa timbul dari persenjataan itu, koalisi pun mengambil tindakan. Mereka menyebutnya sebagai operasi militer terbatas yang fokus menghancurkan muatan kapal tadi di pelabuhan al-Mukalla.
Lalu, siapa sebenarnya STC ini? Kelompok separatis yang didukung UEA ini punya ambisi besar: menghidupkan kembali negara Yaman Selatan. Gerakan mereka akhir-akhir ini cukup agresif, menyapu banyak wilayah dan mendesak pasukan pemerintah. Konflik yang sudah berlarut-larut ini seperti mendapat babak baru.
Di sisi lain, Saudi sudah memberi peringatan keras. Mereka siap mendukung pemerintah Yaman jika terjadi konfrontasi lebih lanjut dengan para separatis. Meski begitu, ada juga desakan untuk penyelesaian damai, meminta STC mundur dari wilayah-wilayah yang baru mereka kuasai. Tapi dengan eskalasi seperti ini, jalan damai terlihat makin panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Badan Geologi Waspadai Potensi Erupsi Freatik Mendadak di Gunung Lokon
Banjir dan Longsor Landa Nagari Koto Kaciak Agam, Puluhan Rumah Terendam
Pasangan Kekasih di Bekasi Diamankan Diduga Buang Bayi Baru Lahir
Lebih dari 40.000 Peserta BPJS PBI Kembali Aktif, 2.000 Beralih Bayar Mandiri