Serangan udara kembali mengguncang Yaman. Kali ini, targetnya adalah posisi kelompok separatis yang punya hubungan erat dengan Uni Emirat Arab. Dari lokasi serangan, laporan korban jiwa mulai berdatangan.
Menurut Mohammed Abdulmalik, seorang pimpinan di Dewan Transisi Selatan (STC) untuk wilayah Wadi Hadramaut, tujuh kali serangan menghantam sebuah kamp di Al-Khasah. "Akibatnya, tujuh orang tewas," ujarnya. Lebih dari dua puluh orang lainnya mengalami luka-luka.
Ini bukan insiden pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebenarnya, situasi sudah memanas sejak pertengahan pekan lalu. Koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan bombardir ke kota pelabuhan Mukalla. Pemicunya? Kedatangan dua kapal dari Fujairah, UEA, yang dicurigai membawa muatan khusus.
Brigjen Turki al-Maliki, juru bicara koalisi, bersikeras bahwa serangan mereka tepat sasaran. Katanya, awak kapal sengaja mematikan sistem pelacakan sebelum memindahkan muatan di pelabuhan. Muatan itu diduga adalah senjata dan kendaraan tempur dalam jumlah besar.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Kunjungi Siswa Korban Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit
Gempa 5,8 SR Guncang Bitung, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
WHO Peringatkan Sistem Kesehatan Lima Negara Timur Tengah di Ambang Kolaps
AS Gelar Operasi Penyelamatan Usai Pesawat Tempur Jatuh di Iran, Teheran Klaim Tembak Jatuh