Di Balik Skandal Chromebook: Kisah ASN Dicopot karena Tolak Arahan Nadiem

- Rabu, 14 Januari 2026 | 07:25 WIB
Di Balik Skandal Chromebook: Kisah ASN Dicopot karena Tolak Arahan Nadiem

Waktu itu, Poppy menjabat wakil ketua tim teknis pengadaan. Dia merasa ada sesuatu yang tak beres ketika muncul arahan untuk mengarahkan pengadaan ke satu merek spesifik, yaitu Chromebook. Bagi seorang ASN yang paham aturan, ini melanggar prinsip lelang yang sehat. Dia menolak. Tegas.

“Saya menolaknya karena mengarah pada satu merek tertentu. Sepengetahuan saya pada proses pengadaan, kita tidak boleh seperti itu.”

Jaksa kemudian menyelidik, mencoba memastikan.

“Ibu menolak dengan tegas untuk pengarahan menggunakan Chromebook dalam pengadaan laptop itu?”

“Iya,” jawab Poppy singkat. Dia sadar resikonya. Tapi prinsipnya lebih penting daripada jabatan. Tak lama setelah penolakan itu, posisinya digantikan oleh Mulyatsyah yang kini justru duduk sebagai terdakwa.

Di sisi lain, bukan cuma Poppy yang merasakan tekanan. Ada saksi lain yang mengaku presentasinya tiba-tiba dipotong saat membahas hal serupa. Rupanya, suasana saat itu memang penuh dengan ketegangan dan bisik-bisik. Seolah ada skenario besar yang harus diikuti, dan mereka yang tak sejalan akan disingkirkan.

Cerita-cerita ini, meski masih perlu pembuktian lebih lanjut di persidangan, memberi warna baru pada kasus yang sarat angka ini. Ini bukan lagi sekadar soal uang triliunan. Tapi juga tentang suara-suara yang berusaha diredam, dan harga diri seorang pegawai yang memilih berdiri di atas prosedur.


Halaman:

Komentar