Kondisi ekonomi yang memburuk memicu gelombang kerusuhan di Iran. Gelombang ini disebut-sebut sebagai tantangan internal paling serius bagi rezim ulama di sana dalam kurun tiga tahun terakhir. Bahkan, menurut seorang pejabat Iran yang enggan disebut namanya, aksi protes ini telah menelan korban jiwa hingga sekitar 2.000 orang.
Merespon situasi itu, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump angkat bicara. Lewat akun Truth Social-nya, Selasa (13/1/2025), ia mendorong warga Iran untuk terus turun ke jalan.
"Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!... BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN,"
Begitu kira-kira bunyi unggahannya yang dilaporkan Reuters. Trump sendiri konon sudah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran. Alasannya? Ia menunggu penghentian apa yang disebutnya "pembunuhan tanpa akal sehat" terhadap para demonstran.
Artikel Terkait
Dua Badut Diduga Curi Motor Saat Warga Salat Jumat di Lamongan
Sekjen Kemendagri: Atasi Kemiskinan Perlu Kesepakatan Indikator dan Data Akurat
BMKG Peringatkan Akun Telegram Palsu Sebar Informasi Gempa Palsu
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel, Desak DK PBB Bertindak