Setelah menjalani pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Aizzudin Abdurrahman atau yang akrab disapa Gus Aiz terlihat santai. Ia baru saja diperiksa sebagai saksi terkait kasus kuota haji 2024 yang menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Ketua Bidang Ekonomi PBNU itu dengan tegas membantah ada aliran dana dari Yaqut yang mengarah padanya.
"Sejauh ini nggak ya, tidak ada," ujarnya kepada awak media, Selasa (13/1/2026).
Soal kemungkinan dana mengalir ke dirinya pribadi, ia tertawa ringan. "Eee... Nggak tahu juga ya ha-ha-ha."
Lalu dengan nada lebih pasti, ia menambahkan, "Nggak, nggak, nggak. Baik ke saya maupun ke PBNU."
Namun begitu, Gus Aiz memilih tutup mulut soal detail pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Ia lebih memilih untuk mengalihkan pertanyaan itu langsung ke pihak berwenang.
"Aduh, itu yang berwenang beliau-beliau itu," tuturnya sambil menunjuk ke gedung KPK di belakangnya. "Kalau mau tanya, ya tanya sama beliau-beliaulah."
Di sisi lain, usai membantah keterlibatannya, Gus Aiz justru mengajak Nahdlatul Ulama untuk bermuhasabah. Menurutnya, momentum ini harus jadi bahan introspeksi, sekaligus mengakhiri konflik internal yang menurutnya tidak perlu.
"Insyaallah kita doakan yang terbaik, yang maslahah," ungkapnya.
"Cukup sudah kemarin rame seperti itu. Ada kepentingan yang lebih besar: umat, organisasi, bangsa dan negara," imbuh Gus Aiz, menekankan pentingnya soliditas.
Fokus KPK: Menelusuri Jejak Aliran Dana
Pemeriksaan terhadap Gus Aiz oleh KPK bukan tanpa alasan. Juru bicara lembaga antirasuah, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyidik memang mendalami dugaan ada aliran uang yang mengarah kepada tokoh NU tersebut.
"Ada dugaan aliran kepada yang bersangkutan, ini akan didalami," terang Budi di hari yang sama.
Ia menjelaskan, fokus penyelidikan adalah menelusuri maksud, tujuan, serta mekanisme aliran dana tersebut. "Bagaimana prosesnya bisa terjadi. Nah, ini masih akan terus didalami," paparnya.
Budi juga menegaskan satu hal penting. Pemeriksaan hari ini, katanya, sepenuhnya berfokus pada Gus Aiz sebagai individu. "Tidak menyasar kepada PBNU sebagai organisasi," jelasnya. Ini sekaligus membatasi ruang lingkup penyelidikan, setidaknya untuk sementara waktu.
Artikel Terkait
DPW NasDem Jabar Gelar Halalbihalal, Dedi Mulyadi Soroti Pemerataan Pembangunan
Penembakan di Kyiv Tewaskan Lima Orang, Empat Sandera Berhasil Diselamatkan
Tiga ABK Indonesia Korban Serangan Rudal di Laut Arab Akhirnya Dipulangkan
Bareskrim Ungkap Modus Baru Narkoba Disamarkan dalam Cartridge Vape