Suasana di alun-alun panas. Sorak-sorai dan teriakan slogan terus menggema. "Matilah Israel, Matilah Amerika!" teriak para demonstran dalam bahasa Persia, sebuah gambaran jelas dari sentimen yang ingin disampaikan. Aksi ini, yang disiarkan luas oleh media-media pemerintah, jelas dimaksudkan untuk menandingi dan meredam gelombang unjuk rasa antipemerintah yang sebelumnya terjadi.
Ghalibaf bahkan tak segan mengancam. Ia bersumpah militer Iran akan memberikan "pelajaran yang tak terlupakan" kepada Presiden AS Donald Trump jika Iran sampai diserang. Pernyataan itu langsung disambut riuh oleh pendukungnya.
Menariknya, di tengah pemadaman internet yang diberlakukan selama unjuk rasa, Al Jazeera media yang didanai Qatar ternyata masih bisa melaporkan langsung dari lokasi. Mereka merekam suasana dan kehadiran Presiden Pezeshkian yang kemudian mengeluarkan pernyataan resmi.
Melalui Press TV, Pezeshkian memuji aksi tersebut. Ia menyebutnya sebagai tanda "kewaspadaan dan tanggung jawab yang tak tertandingi" rakyat Iran dalam membela cita-cita agama dan nasional, melawan apa yang digambarkannya sebagai "musuh-musuh yang menindas dan para teroris".
Artikel Terkait
Garasi di Lamongan Ludes Terbakar, Diduga Balasan Kasus Pembacokan di Gresik
Anggota DPRD DKI Soroti Jalan Berlubang dan Minimnya RTH sebagai Red Flag Jakarta
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Konflik AS-Iran-Israel pada Harga Jelang Ramadan
Brimob Polda Metro Jaya Santuni Anak Yatim dan Bagikan Takjil di Ramadan