Kapolsek Langkat Berenang Lawan Arus, Evakuasi Warga Pakai Rakit Batang Pisang

- Senin, 01 Desember 2025 | 17:30 WIB
Kapolsek Langkat Berenang Lawan Arus, Evakuasi Warga Pakai Rakit Batang Pisang
Banjir Langkat: Kisah Evakuasi dengan Batang Pisang

Ketika Banjir Menghantam Langkat

Wilayah Langkat di Sumatera Utara kembali berjuang. Kali ini, banjir bandang yang datang tiba-tiba menyapu permukiman, mengubah jalan jadi sungai deras, dan tentu saja, mengejutkan banyak warga. Situasi ini langsung menarik perhatian serius, termasuk dari pihak kepolisian setempat.

Kerusakannya parah. Sangat parah. Dari laporan yang beredar, salah satu gambaran paling mencekam justru datang dari akun Humas Polda Sumut. Mereka menyebutkan, di beberapa titik, ketinggian air sudah menyentuh atap-atap rumah. Bayangkan saja.

Di tengah situasi kacau itu, ada sosok yang tampil di garis depan. Dia adalah AKP Amrizal Fauzan, Kapolsek Pangkalan Brandan. Yang menarik, pria ini tak cuma memberi komando dari posko. Ia malah turun langsung, basah-basahan, berjuang bersama anggotanya.

Dan senjatanya? Bukan perahu karet atau alat canggih. Tapi batang pohon pisang yang dirakit seadanya.

"Kapolsek Pangkalan Brandan dan anggotanya evakuasi warganya yang terjebak banjir dengan mengandalkan batang pisang yang dirakit,"

Begitu bunyi keterangan di Instagram Humas Polda Sumut, Senin (1/12). Narasi singkat itu dibuktikan oleh sebuah video yang viral. Dalam rekaman itu, Kapolsek Amrizal terlihat bahu-membahu dengan warga. Mereka menyeberangi arus yang deras, menggotong yang lemah, menuntun anak-anak, dan menyelamatkan para lansia yang terjebak di tempat tinggi.

Risikonya jelas besar. Arus bisa menyambar kapan saja. Namun, AKP Amrizal seperti tak peduli. Ia bahkan disebut-sebut berenang menerjang banjir hanya untuk mencapai daratan yang lebih tinggi, semata-mata demi bisa menjangkau warga yang masih terisolasi.

Aksi itu, meski terkesan sederhana, punya dampak besar. Ia menjadi penggerak sekaligus contoh nyata bagi anak buahnya. Di saat genting, ternyata inovasi dan keberanian dari hati bisa jadi penyelamat. Batang pisang pun, dengan kepemimpinan yang tepat, bisa menjadi tumpuan harapan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar