Ketika Banjir Menghantam Langkat
Wilayah Langkat di Sumatera Utara kembali berjuang. Kali ini, banjir bandang yang datang tiba-tiba menyapu permukiman, mengubah jalan jadi sungai deras, dan tentu saja, mengejutkan banyak warga. Situasi ini langsung menarik perhatian serius, termasuk dari pihak kepolisian setempat.
Kerusakannya parah. Sangat parah. Dari laporan yang beredar, salah satu gambaran paling mencekam justru datang dari akun Humas Polda Sumut. Mereka menyebutkan, di beberapa titik, ketinggian air sudah menyentuh atap-atap rumah. Bayangkan saja.
Di tengah situasi kacau itu, ada sosok yang tampil di garis depan. Dia adalah AKP Amrizal Fauzan, Kapolsek Pangkalan Brandan. Yang menarik, pria ini tak cuma memberi komando dari posko. Ia malah turun langsung, basah-basahan, berjuang bersama anggotanya.
Dan senjatanya? Bukan perahu karet atau alat canggih. Tapi batang pohon pisang yang dirakit seadanya.
"Kapolsek Pangkalan Brandan dan anggotanya evakuasi warganya yang terjebak banjir dengan mengandalkan batang pisang yang dirakit,"
Begitu bunyi keterangan di Instagram Humas Polda Sumut, Senin (1/12). Narasi singkat itu dibuktikan oleh sebuah video yang viral. Dalam rekaman itu, Kapolsek Amrizal terlihat bahu-membahu dengan warga. Mereka menyeberangi arus yang deras, menggotong yang lemah, menuntun anak-anak, dan menyelamatkan para lansia yang terjebak di tempat tinggi.
Risikonya jelas besar. Arus bisa menyambar kapan saja. Namun, AKP Amrizal seperti tak peduli. Ia bahkan disebut-sebut berenang menerjang banjir hanya untuk mencapai daratan yang lebih tinggi, semata-mata demi bisa menjangkau warga yang masih terisolasi.
Aksi itu, meski terkesan sederhana, punya dampak besar. Ia menjadi penggerak sekaligus contoh nyata bagi anak buahnya. Di saat genting, ternyata inovasi dan keberanian dari hati bisa jadi penyelamat. Batang pisang pun, dengan kepemimpinan yang tepat, bisa menjadi tumpuan harapan.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta