Banjir di Cilincing, Jakarta Utara, Senin lalu, ternyata menyisakan duka yang dalam. Tiga warga dilaporkan tewas, diduga karena tersengat aliran listrik di tengah genangan air yang melanda permukiman mereka. Dua dari korban adalah pasangan suami istri.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi Selasa (13/1).
"Betul, korban tiga orang. Untuk sementara kesetrum," ujar Bobi.
Menurut penjelasan polisi, pasangan suami istri berinisial HW dan NJ itu menjadi korban saat sedang berusaha membersihkan rumah mereka dari air banjir. Dugaan sementara, arus pendek listrik menjadi biang keladinya.
"Jadi yang suami istri itu lagi bersih-bersih rumah, mungkin karena arus pendek, jadi tersetrum langsung meninggal," imbuh Bobi, menggambarkan peristiwa nahas itu.
Korban ketiga sendiri merupakan warga dari Kalibaru, sementara pasutri tersebut tinggal di Semper Barat. Pasca kejadian, proses hukum seperti autopsi ternyata tak dilakukan. Keluarga korban memilih untuk menolaknya.
"Kita lakukan autopsi sama visum, tapi dari keluarga nggak mau, mereka udah yakin kesetrum. Sudah diserahkan ke keluarga jenazah, dari awal sudah diterima," jelas Bobi lebih lanjut.
Kini, jenazah ketiga korban telah berada dalam pemulangan kepada keluarga masing-masing. Musibah ini kembali menyoroti betapa berbahayanya paduan mematikan antara banjir dan instalasi listrik yang tak terjaga sebuah ancaman yang kerap terabaikan di tengah kesibukan menyelamatkan harta benda.
Artikel Terkait
Wall Street Terkoreksi, Saham Teknologi Jeblok dan Konflik Iran-AS Panaskan Harga Minyak
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara karena Jadi Perantara Jual Beli Narkoba di Dalam Rutan
Presiden Iran Bantah Klaim Trump soal Perpecahan Internal, Tegaskan Persatuan Nasional
Peringatan 24 April: Hari Transportasi Nasional hingga Hari Kesehatan Wanita Sedunia