Di tengah acara peresmian 166 titik Sekolah Rakyat di Banjarmasin, Presiden Prabowo Subianto tampak takjub. Ia menyaksikan langsung beberapa siswa dengan lancar berpidato menggunakan bahasa asing. "Saya terkesima hari ini, terus terang saja," ujarnya.
Menurut keterangan tertulis yang dirilis Selasa (13/1/2026), Presiden mengaku benar-benar terpana. Baginya, kemampuan anak-anak itu luar biasa, terutama penguasaan bahasa Inggris mereka.
"Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa. Luar biasa. Yang bahasa Inggrisnya menurut saya luar biasa," kata Prabowo.
Keempat siswa yang memukau itu adalah Nur Aisah, Kiendra Lian Damarta, Riski Aulia, dan Royya Almala. Mereka berhasil membawakan pidato dengan empat bahasa berbeda: Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Padahal, mereka baru menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat selama beberapa bulan.
Prabowo lantas membandingkan dengan pengalamannya sendiri. Ia mengaku fasih berbahasa Inggris karena sempat tinggal di luar negeri. "Tapi anak ini, saya kagum juga sama dia," tuturnya.
Kekagumannya tak berhenti di situ. Ia langsung meminta agar keempat siswa tersebut dijadwalkan untuk bertemu dengannya. Tak hanya itu, Presiden juga membuka peluang untuk mereka belajar ke luar negeri.
"Nanti yang tadi itu, yang (pidato) berbahasa bagus itu semua ya, nanti suruh menghadap saya ya. Mungkin bagusnya kita kirim juga ke luar negeri. Kira-kira gimana, setuju gak?" tanya Prabowo kepada audiens.
Di sisi lain, prestasi siswa Sekolah Rakyat ternyata tak cuma soal bahasa. Prabowo mendapat laporan bahwa dalam waktu enam bulan, sudah ada siswa yang menjuarai berbagai olimpiade. "Juara olimpiade matematik, luar biasa. Saya sangat terkesima, saya sangat terharu bahkan," lanjutnya.
Secara keseluruhan, program Sekolah Rakyat Rintisan pada 2025 telah berjalan di 166 lokasi se-Indonesia. Sebarannya cukup merata: Sumatera punya 35 titik, Jawa 70, Bali dan Nusa Tenggara 7, Kalimantan 13, Sulawesi 28, Maluku 7, dan Papua 6 lokasi.
Saat ini, sekolah-sekolah tersebut menampung hampir 16 ribu siswa. Mereka didukung oleh ribuan guru dan tenaga kependidikan.
Perkembangannya terus berlanjut. Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen sudah dimulai tahun ini di 104 titik lainnya. Inisiatif ini merupakan langkah strategis Presiden Prabowo untuk memutus mata rantai kemiskinan. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga paling membutuhkan, yang tercatat dalam Desil 1 dan 2 data sosial ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Asbanda Dorong BPD Tinggalkan Peran Administratif, Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Polisi Terbitkan SP3 untuk Rismon Sianipar dalam Kasus Ijazah Jokowi
Polisi Tangkap 10 Tersangka Pengeroyokan Brutal terhadap Kepala Desa di Lumajang
IMX 2026 Gelar Pameran Modifikasi di Kawasan Candi Prambanan