Pendapat serupa datang dari Faqih, seorang pekerja di salah satu ruko sepanjang boulevard. Menurutnya, meski banjir tahun ini masih mengganggu aktivitas, skalanya tidak separah kejadian sebelumnya.
"Tahun lalu juga banjir gini, sama. Tapi yang sekarang nggak seberapa," katanya.
Faqih lalu memberi isyarat dengan tangannya ke arah betis, kemudian ke perut. "Yang sekarang itu cuma segini. Kalau tahun lalu? Bisa sampai seperut," ucapnya menggambarkan.
Jadi, meski jalanan masih tergenang dan lalu lintas sedikit kacau, nuansa yang terasa di lokasi justru sedikit lega. Bagi mereka yang tinggal dan bekerja di sana, banjir setinggi betis ini masih termasuk 'berkah' kecil dibanding kenangan buruk setahun silam.
Artikel Terkait
KPK Sita Rp 5 Miliar di Rumah Aman Ciputat, Kaitkan dengan Kasus Bea Cukai
Anak Buronan Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara atas Korupsi Minyak
Hakim Ragukan Hitungan Kerugian Negara dalam Perkara Korupsi Minyak
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Jakarta: Imsak Pukul 04.33