"Kami mohon, kalau ada informasi, segera sampaikan. Agar penegakan hukum bisa kami lakukan. Tentu saja, dengan prinsip keadilan yang jelas."
Di sisi lain, Andre Rosiade membeberkan detail pertemuannya. Selain dengan Irhamni, dia juga berkoordinasi dengan Wakabareskrim Brigjen Nunung Syaifuddin. Pembicaraan mereka fokus pada penyelesaian menyeluruh, bukan sekadar satu dua titik.
"Kami bahas semua wilayah yang bermasalah. Bukan cuma Pasaman. Tapi juga Pasaman Barat, Sijunjung, Solok Selatan, dan daerah lain di Sumbar yang jadi lokasi tambang liar," jelas politisi yang juga Ketua Gerindra Sumbar itu.
Rosiade merasa lega. Dari pertemuan itu, dia menangkap komitmen kuat Bareskrim. Tim khusus sudah dikirim dan diharapkan segera bergerak. Semua ini, katanya, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Alhamdulillah, sesuai arahan Presiden dan Kapolri, ada kesepakatan. Tim sudah dikirim ke Sumbar untuk bekerja. Tujuannya jelas: menangkap pelaku tambang ilegal dan liar di seluruh wilayah."
Langkah ini tentu jadi angin segar. Sumatera Barat, dengan kekayaan alamnya, kerap jadi sasaran eksploitasi tak bertanggung jawab. Kehadiran tim Bareskrim diharapkan bisa memberi efek jera. Namun begitu, hasil di lapangan masih harus ditunggu. Kerja nyata, bukan sekadar janji di Jakarta, yang akhirnya berbicara.
Artikel Terkait
Warga China Tewas Terseret Ombak di Pantai Cibobos Pandeglang
Imigrasi Amankan 346 WNA, Warga China Terbanyak dalam Operasi Wirawaspada 2026
Wisatawan China Tewas Terseret Ombak di Pantai Cikesal, Lebak
DPR Kritik Kinerja Kantor Staf Presiden di Era Prabowo