Senin pagi di Banjarbaru, suasana Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 BBPPKS terasa berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir di tengah keriuhan siswa, guru, dan orang tua. Kunjungannya ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bagian dari peresmian serentak 166 sekolah rakyat di berbagai daerah.
Alih-alih langsung ke acara inti, Prabowo lebih dulu menyusuri lorong-lorong sekolah. Ia meninjau satu per satu ruang kelas, memeriksa fasilitas yang ada. Langkahnya kemudian terhenti di depan sebuah panggung. Di sana, sekelompok siswa sedang memainkan alat musik tradisional khas Kalimantan Selatan.
Tanpa banyak bicara, ia memilih untuk ikut duduk. Bukan di kursi khusus, tapi lesehan bareng para siswa dan orang tua mereka di atas panggung. Ia menyimak pertunjukan dengan serius, sesekali mengangguk mengikuti irama.
Begitu musik berhenti, tepuk tangan riuh menggema. Prabowo pun ikut bertepuk, memberikan apresiasi langsung kepada para pemuda pemudi itu. Senyumnya lebar, mencairkan kesan formal yang biasanya melekat.
“Momennya hangat sekali,” kata seorang guru yang melihat dari dekat.
Artikel Terkait
Herdman Pertimbangkan Pemain Indonesia Timur yang On-fire untuk FIFA Series 2026
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina
Trump Serang Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai Sakit Jiwa Usai Protes di Kongres
Vonis 9-13 Tahun Penjara untuk Lima Terdakwa Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun