Hujan deras mengguyur Kota Serang sejak dini hari, dan dampaknya langsung terasa. Cuaca ekstrem itu memicu banjir di sejumlah titik, bahkan merobohkan beberapa rumah. Tak cuma itu, pohon-pohon tumbang ikut menambah rumit situasi di lapangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung bergerak. Mereka mencatat, setidaknya lima kecamatan terendam air. Empat rumah dilaporkan roboh.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengonfirmasi kejadian ini pada Senin (12/1/2026).
"Kami menerima laporan sejumlah kejadian bencana yang dipicu cuaca ekstrem di beberapa titik," ujarnya.
Menurutnya, tim di lapangan sibuk melakukan penanganan teknis. Personel dan alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan pohon tumbang yang menghalangi jalan. Di sisi lain, proses pendataan korban dan asesmen kerusakan rumah juga terus berjalan.
"Kami juga mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman," tambah Diat.
Ia mengaku, pemantauan terhadap perkembangan cuaca dari BMKG dilakukan secara berkala. Namun begitu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.
"Harap selalu berhati-hati," pesannya.
Bagi pengendara di jalan, waspadalah terhadap potensi pohon tumbang atau genangan yang tiba-tiba muncul.
Berikut ini rincian titik-titik banjir yang berhasil dihimpun dari laporan BPBD:
Kecamatan Curug:
- Pulo: Genangan masih setinggi 105 cm. Lima rumah terdampak, menggenangi 20 jiwa. Statusnya? Masih terendam.
- Jalan Raya Petir (dekat Jembatan 2): Akses jalan terganggu. Tapi air mulai berangsur surut.
Kecamatan Cipocok Jaya:
- Kompleks Citra Gading (80 cm): 60 rumah terendam, mempengaruhi 160 jiwa. Air mulai surut.
- Lebak (30-50 cm): 32 rumah dan Ponpes Riyadul Barokah terdampak. 70 jiwa terlibat. Air masih menggenang.
- Munjul Jaya (80 cm): 14 rumah terendam, 70 jiwa terdampak. Genangan belum surut.
- Kompleks Grand Sutera Panancangan (40 cm): Ini yang cukup parah. 140 rumah terendam, 300 jiwa terdampak. Sudah 30 jiwa mengungsi. Air masih menggenang.
Kecamatan Serang:
- Kebaharan Al-Amin (80 cm): 50 rumah dan 250 jiwa terdampak. Kabar baiknya, air di sini sudah surut.
Kecamatan Kasemen:
- Kendal (60 cm): 59 rumah terendam, 240 jiwa merasakan dampaknya. Genangan masih ada.
Kecamatan Walantaka:
- Kompleks Grand Sutera Teritih (80 cm): 125 rumah terendam, 170 jiwa terdampak. Sebanyak 20 jiwa sudah dievakuasi dan mengungsi. Sampai saat ini, air belum juga surut.
Situasi masih terus dipantau. Warga yang rumahnya terendam tampak berusaha menyelamatkan barang-barang berharga, sambil menunggu bantuan dan surutnya air.
Artikel Terkait
Kapolda Riau Apresiasi Ibu-ibu Panipahan, Akui Ada Kekosongan Kehadiran Negara
SNPMB Tetapkan Aturan Busana Formal dan Jadwal UTBK 2026
Dirjen Bea Cukai Blusukan ke Tiga Kantor, Tekankan Integritas dan Target Penerimaan 2026
Direktur PT Sinkos Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik