Analis Nilai Target Kaesang Jadikan Jateng Kandang Gajah PSI Terlalu Berat

- Senin, 12 Januari 2026 | 08:00 WIB
Analis Nilai Target Kaesang Jadikan Jateng Kandang Gajah PSI Terlalu Berat

Kaesang Pangarep punya target yang cukup berani. Ketua Umum PSI itu ingin mengubah Jawa Tengah menjadi 'Kandang Gajah' untuk partainya. Tapi, menurut pengamat politik Adi Prayitno dari Parameter Politik Indonesia, target itu bakal sulit dicapai. Bahkan, bisa dibilang berat.

Logo PSI kan gajah. Nah, maksud 'Kandang Gajah' ya ingin menjadikan Jateng sebagai basis kuat. Masalahnya, di provinsi itu PDIP masih sangat dominan.

"Agak berat, makanya wajar kalau banyak pihak yang ngomong bahwa itu target yang tidak realistis," kata Adi kepada wartawan, Senin lalu.

Menurutnya, pernyataan Kaesang mungkin lebih untuk menyemangati kader PSI yang sedang berkumpul di Jawa Tengah. Tapi secara praktis, mengalahkan PDIP tahun ini? "Ya agak sulit lah," ujarnya.

Adi lalu menarik benang merah ke situasi politik sebelumnya. Dia bilang, keinginan Kaesang ini mirip seperti pertarungan antara Jokowi dengan partainya sendiri, PDIP. Faktanya, pada Pemilu 2024 lalu, PDIP tetap menang di Jateng meski Jokowi masih menjabat presiden.

"Ya karena di 2024 terbukti Jokowi masih jadi Presiden aja nggak bisa mengalahkan PDIP, apalagi sudah nggak jadi presiden kan kira-kira begitu," ucap Adi, merinci alasan pesimismenya.

Di sisi lain, Adi melihat keyakinan Kaesang itu tentu bukan tanpa sebab. Faktor Jokowi, sang ayah, jelas menjadi pertimbangan besar. Ada upaya mengkapitalisasi nama besarnya.

"Sepertinya Kaesang, PSI, cukup yakin mereka ingin menjadikan kandang gajah itu karena ada faktor Jokowi. Karena ya Jokowi cukup diterima dan dianggap cukup solid lah basis-basis pendukungnya," paparnya.

Tapi dia mengingatkan, uji coba mengandalkan Jokowi sudah pernah terjadi. Di Pilpres 2024, dukungannya bisa menggerus suara Ganjar. Di Pilgub, figur itu juga berperan. Namun bicara Pileg dan kekuatan partai secara menyeluruh, PDIP tak begitu tergoyahkan. "Itu dalam posisi Jokowi menjadi presiden, apalagi saat ini tidak menjadi presiden," lanjut Adi.

Pada akhirnya, analisis Adi mengerucut pada satu poin: daya tarik Jokowi dianggap sudah tidak sekuat dulu. Satu-satunya jalan bagi PSI, menurutnya, adalah bagaimana mereka mengelola modal figur Jokowi ke depan. Kalau tidak, mimpi 'Kandang Gajah' bakal jauh dari kenyataan.

"Rasa-rasanya di atas kertas, kesaktian Jokowi kan tidak terlampau setangguh dulu lah," imbuhnya.

"Karena kalau Jokowi nggak dikapitalisasi, ya PSI jangan pernah bermimpi, jangankan mengalahkan PDIP, bisa masuk empat atau lima besar partai di Jawa Tengah aja bisa agak repot."

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar