Di sisi lain, prestasi medali perak juga berhasil dikumpulkan oleh beberapa tim. Power Punch, Pneumocheck, Teacher's Pet, dan BLim semuanya berhasil naik podium perak. Sementara tim Agronome meraih medali perak plus Special Award dari Universiti Teknologi Mara. Benar-benar hasil yang gemilang.
Atas semua pencapaian ini, Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, menyampaikan kebanggaan yang mendalam. Ia secara khusus menyoroti kesuksesan Critter Coach.
"Prestasi Critter Coach menjadi bukti nyata bahwa siswa MISJ mampu menghasilkan inovasi yang kuat secara konsep dan berdampak secara nyata," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 10 Januari 2026.
"Secara keseluruhan, pencapaian para siswa di IPITEx 2026 sangat membanggakan dan menunjukkan kesiapan mereka bersaing di tingkat internasional."
Aloysius juga menegaskan, kesuksesan ini mustahil terwujud tanpa dukungan para guru pembimbing. Andreas Junaedi Raja Gukguk, Otami Hia, Alib Budiyanto, dan Maria Innocentia Devina Putri disebutnya berperan besar. Mereka mendampingi siswa dengan konsisten, mulai dari tahap riset yang melelahkan hingga saat presentasi di forum internasional yang menegangkan.
Pada akhirnya, torehan prestasi MISJ di Bangkok, dengan Critter Coach sebagai salah satu bintang utamanya, lebih dari sekadar piala dan medali. Ini adalah penegasan. Sebuah pernyataan tentang komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda Indonesia yang kreatif, kompetitif, dan siap bersaing di kancah global. Masa depan inovasi Indonesia, rupanya, punya pondasi yang cukup kuat.
Artikel Terkait
Hujan Deras Lumpuhkan Transjakarta, Rute Ini Paling Parah
Waspada Banjir, Status Siaga di Dua Titik Ibu Kota Naik ke Level 3
JPO Sarinah Kembali Dibangun, Target Rampung Akhir Februari
Hujan Deras, Mobil Ringsek di KM 11 Tol Serpong Picu Macet Parah