Suasana di Jalan Bomang, Bogor, mendadak riuh. Bukan karena kemacetan, tapi karena sebuah video yang menyebar cepat di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria mengaku sebagai pekerja proyek penerangan jalan umum curhat lantang. Intinya satu: gaji mereka belum dibayar.
Menurut pria itu, ada sekitar 15 orang dalam satu kru yang mengalami nasib sama. Mereka terlibat dalam pemasangan PJU di ruas jalan Bojonggede-Kemang itu.
"Di sini saya ingin melapor bahwa pekerja-pekerja yang ada di Bogor, khususnya di Bomang, itu tidak digaji. Di kru kami ada 15 orang kurang lebih," ujarnya dalam video yang beredar.
Kerugiannya? Cukup besar. Dia menyebut angka kerugian mereka mencapai sekitar Rp 20 juta. Nilai itu tentu bukan main-main untuk keringat yang sudah dikucurkan.
"Saya hitung kerugian kami mencapai Rp 20 juta kurang lebihnya. Pengerjaannya yaitu pemasangan PJU," ungkapnya lagi.
Nah, yang menarik, dalam video itu juga disebutkan alasan dari pihak proyek. Katanya, ada dalih sabotase dari rekan kerja sendiri yang jadi penyebab pembayaran mandek. Entah benar atau tidak, yang jelas keluhan ini akhirnya sampai ke telinga pemerintah daerah.
Artikel Terkait
57 RT dan 39 Ruas Jalan Terendam, Hujan Deras Lumpuhkan Sejumlah Titik di Jakarta
Banjir Setinggi Betis, Pedagang dan Tukang Parkir di Mangga Dua Tetap Bertahan
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror Bom Molotov ke Rumah DJ Donny
Genangan di Sunter dan Kelapa Gading Mulai Surut, Lalu Lintas Berangsur Normal