Di sisi lain, bantuan juga akan menyentuh aspek kemanusiaan. Washington menyisihkan 15 juta dolar AS (Rp 252,7 miliar) untuk mendukung para pengungsi. Mereka adalah warga yang terpaksa mengungsi akibat pertempuran sengit di wilayah perbatasan beberapa waktu lalu. Tak ketinggalan, ada pula anggaran 10 juta dolar AS (Rp 168,4 miliar) yang dikhususkan untuk operasi pembersihan ranjau warisan kelam dari konflik bersenjata.
“Amerika Serikat akan terus mendukung pemerintah Kamboja dan Thailand saat mereka menerapkan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur dan membuka jalan bagi kembalinya perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas bagi rakyat mereka dan kawasan ini,” tegas DeSombre.
Perjanjian yang dia sebutkan itu ditandatangani oleh kedua negara di hadapan Donald Trump. Waktu itu, Oktober tahun lalu di Malaysia, yang kebetulan sedang menjabat sebagai Ketua ASEAN. Momentum itu kini coba dijadikan pijakan untuk membawa stabilitas yang lebih permanen.
Artikel Terkait
Mobil Listrik Tabrak Separator Busway, Lalu Lintas Gatot Subroto ke Kuningan Tersendat
KrisFlyer Singapore Airlines Tembus 10 Juta Anggota, Kini Fokus pada Ekosistem Gaya Hidup
Mahasiswi Diserang Saat Tunggu Sidang Skripsi di UIN Suska Pekanbaru
Anak Buron Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 2,9 Triliun