Bau tak sedap yang menyengat kembali jadi keluhan warga sekitar Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Tumpukan sampah yang menggunung di sana, menurut sejumlah saksi, sudah berlangsung cukup lama. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun angkat bicara.
Usai meninjau sebuah puskesmas di Jakarta Selatan pada Jumat (9/1), Anung langsung menyoroti persoalan ini. Dia mengaku sudah memerintahkan jajaran Pasar Jaya untuk segera bertindak.
"Saya sudah minta ke Dirut Pasar Jaya, agar segera diselesaikan. Cepat, harus ditangani," tegasnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa Pemprov sebenarnya sudah menambah armada pengangkut sampah. Menurutnya, pada 2025 lalu, ada tambahan lebih dari 100 unit truk baru. Dengan tambahan itu, dia merasa tak ada lagi alasan untuk membiarkan sampah menumpuk.
"Kita sudah ada tambahan hampir 100 truk lebih tahun lalu," ucap Pramono Anung.
"Untuk Bantargebang, Rorotan, termasuk juga Kramat Jati. Nggak ada alasan untuk tidak ditangani," lanjutnya dengan nada tegas.
Namun begitu, dari sisi pengelola pasar, ceritanya agak berbeda. Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengakui penumpukan sampah organik itu sudah terjadi sejak November dan Desember 2025.
"Iya, kira-kira satu bulan belakangan ini. Mulai November," kata Agus saat ditemui di lokasi pada hari yang sama.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Keroyok Lumpur dan APBD untuk Pacu Pemulihan Bencana Sumatra
Tiang Listrik Jakarta: Dari Iklan Sedot WC hingga Kentongan Patroli Malam
Nenek Pencuri Baju di Tanah Abang Akhirnya Bayar Rp 1,2 Juta Setelah Mediasi
Ara Tegaskan Huntap Korban Bencana Harus Penuhi Tiga Syarat Krusial Ini