Gubernur Jakarta Terkejut, Puskesmas Ini Mirip Rumah Sakit Daerah

- Jumat, 09 Januari 2026 | 14:50 WIB
Gubernur Jakarta Terkejut, Puskesmas Ini Mirip Rumah Sakit Daerah

Jumat siang itu, cuaca di Jakarta Selatan cukup terik. Tepat pukul 13.15 WIB, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tiba di Puskesmas Kebayoran Lama. Kunjungannya ini bukan sekadar formalitas. Begitu masuk, ia langsung menyambangi loket pendaftaran, mengamati dengan saksama bagaimana warga dilayani.

Tak cuma itu. Pramono juga menyapa beberapa pasien yang sedang menunggu. Bahkan, sempat mengecek tensi darah seorang pengunjung. Suasana di dalam terasa ramai, namun tertib.

Usai berkeliling, ekspresinya terlihat takjub. Di hadapan awak media, Pramono mengaku benar-benar kaget dengan apa yang dilihatnya.

"Terus terang tadi begitu melihat Puskesmas ini saya kaget karena Puskesmasnya sudah hampir seperti rumah sakit di kota-kota di daerah,"

Ucapnya lugas. Menurut penilaiannya, fasilitas dan pelayanan di sana jauh dari kesan puskesmas biasa. Ia menyebut standarnya mendekati layanan rumah sakit umum daerah.

Pelayanannya dinilainya sangat baik. Bagaimana tidak? Puskesmas itu didukung oleh 41 dokter umum dan 14 dokter gigi. Jumlah pasiennya pun tak main-main, bisa mencapai 600 hingga 700 orang per hari. Angka yang cukup padat untuk sebuah puskesmas.

"Jadi artinya pelayanannya sangat baik. Mudah-mudahan Puskesmas seperti ini dikelola dengan baik dan bisa menjadi percontohan untuk di Jakarta dan tentunya juga di daerah lain,"

Harapannya jelas: tempat ini bisa jadi model bagi puskesmas lain. Namun begitu, ada satu catatan menarik yang ia sampaikan.

Pramono mengungkapkan fakta bahwa banyak pengguna puskesmas di Jakarta ternyata berasal dari wilayah penyangga atau luar ibu kota. Hal ini khususnya terjadi di puskesmas yang lokasinya berbatasan dengan daerah lain.

"Tadi saya juga dilaporkan hampir semua Puskesmas di Jakarta terutama yang berbatasan, lebih banyak dimanfaatkan warga dari perbatasan,"

Meski demikian, ia menegaskan hal itu sama sekali bukan masalah.

"Dan saya sampaikan kepada Ibu Kepala Dinas, Bu Ani, yang seperti itu tetap kita berikan pelayanan yang terbaik,"

Pesan akhirnya tegas: siapapun yang datang, harus dilayani dengan standar terbaik. Titik.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar