Klaim Pembelaan Diri dari Patroli Perbatasan
Di sisi lain, cerita resmi dari pemerintah federal punya narasi yang berbeda. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengonfirmasi bahwa penembak adalah seorang agen Patroli Perbatasan. Mereka mengklaim aksi itu murni untuk membela diri.
Kedua korban disebutkan sebagai imigran ilegal asal Venezuela. "Penumpang kendaraan adalah seorang imigran ilegal Venezuela yang berafiliasi dengan jaringan prostitusi transnasional Tren de Aragua dan terlibat dalam penembakan baru-baru ini di Portland," begitu bunyi pernyataan mereka.
Narasi mereka berlanjut. "Pengemudi kendaraan diyakini sebagai anggota geng Venezuela yang kejam, Tren de Aragua."
Saat agen mencoba mendekat dan memperkenalkan diri, situasi berubah mencekam. Pengemudi dikabarkan langsung memacu mobilnya untuk menabrak sang petugas.
Karena merasa nyawanya dalam bahaya, agen itu pun melepaskan tembakan. "Karena takut akan nyawa dan keselamatannya, seorang agen melepaskan tembakan untuk membela diri," jelas pernyataan itu lebih lanjut. Setelah itu, pengemudi kabur bersama penumpangnya, meninggalkan TKP begitu saja.
Artikel Terkait
Puan Maharani Desak Percepat Perbaikan Nasib Guru Honorer Lansia
Residivis di Lahat Diduga Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Judi Online
Jadwal Salat Kota Bandung, 13 April 2025
PM Italia Giorgia Meloni Tegur Keras Komentar Trump Terhadap Paus Leo