Kapal Bayangan Rusia Disita AS di Atlantik Utara Usai Kejar-Kejaran Laut

- Kamis, 08 Januari 2026 | 12:35 WIB
Kapal Bayangan Rusia Disita AS di Atlantik Utara Usai Kejar-Kejaran Laut

Sebuah kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan Rusia akhirnya berhasil disita Amerika Serikat. Operasi penyitaan ini terjadi di perairan Atlantik Utara, setelah sebelumnya kapal itu sempat lolos dari kejaran di dekat Venezuela. Tak pelak, aksi militer Washington ini langsung memicu kecaman keras dari Moskow.

Menurut pernyataan resmi otoritas AS yang dirilis Kamis (8/1/2026), kapal tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut "armada bayangan". Fungsinya? Mengangkut minyak untuk negara-negara yang sedang terkena sanksi AS, seperti Venezuela, Rusia, dan Iran. Praktik ini jelas melanggar aturan yang telah ditetapkan Washington.

Yang menarik, operasi penyitaan ini bukanlah upaya pertama. Pada Desember tahun lalu, pasukan AS sudah mencoba menaiki kapal yang sama di perairan dekat Venezuela, namun gagal. Kali ini, meski sempat dikawal oleh Angkatan Laut Rusia, kapal tanker itu akhirnya jatuh juga ke tangan AS.

Latar belakangnya makin rumit jika melihat situasi di Venezuela. Presiden Nicolas Maduro, sekutu dekat Kremlin, baru-baru ini digulingkan dan ditangkap oleh AS dalam sebuah operasi pada 3 Januari. Ini tentu menambah tensi dalam insiden terbaru di laut lepas tersebut.

"Kapal itu disita di Atlantik Utara berdasarkan surat perintah yang dirilis oleh pengadilan federal AS,"

Demikian bunyi pernyataan Komando Eropa AS yang disampaikan lewat platform media sosial X. Operasi gabungan ini melibatkan koordinasi ketat antara Departemen Kehakiman, Keamanan Dalam Negeri, dan Pertahanan AS.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pun angkat bicara. Ia menegaskan sikap keras pemerintahnya terhadap minyak Venezuela yang disanksi.

"Blokade terhadap minyak Venezuela yang dikenai sanksi dan ilegal tetap berlaku sepenuhnya -- di mana pun di dunia,"

tegas Hegseth. Pernyataannya itu sekaligus menjadi penegasan bahwa aturan main AS akan ditegakkan, terlepas dari lokasinya di globe manapun. Sebuah pesan yang jelas ditujukan bukan hanya untuk Moskow, tetapi juga untuk sekutu-sekutunya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar