Kondisi ini rupanya sudah jadi rahasia umum di antara tetangga. Mereka tahu persis dan merasa iba melihat anak-anak itu kerap dibiarkan tak terurus.
"Tetangga itu peduli, sangat peduli. Makanya tetangga itu sudah hafal dengan kejadian itu," cerita Sri sambil menggambarkan kondisi fisik anak-anak tersebut. "Memang cukup kurus-kurus anaknya, tidak terurus. Sampai saya gendong, luar biasa. Anak segitu mandi, makan saja mungkin belum bisa."
Rasa iba itu lalu diwujudkan dalam aksi nyata. Warga sekitar kerap memberikan bantuan makanan, meski akses ke rumah mereka terbilang sulit.
"Jadi tetangganya itu yang peduli suka melemparkan makanan. Di sana aksesnya hanya lorong untuk jalan kaki, tidak bisa motor. Mereka bergandengan dengan tetangga, suka minta makanan dari sana-sini," katanya melukiskan situasi yang memilukan.
Peristiwa jatuhnya balita itu sendiri berakhir dengan pertolongan warga yang sigap. Mereka panik, tapi langsung bergerak cepat memberi pertolongan pertama sebelum si kecil dilarikan ke rumah sakit.
Syukurlah, nyawanya selamat. Meski begitu, korban mengalami luka di bagian dagu dan harus mendapatkan perawatan medis. Insiden ini, di balik keselamatannya, menyisakan tanda tanya besar tentang tanggung jawab pengasuhan yang seharusnya tak boleh diabaikan.
Artikel Terkait
Trump Godok Rencana Kontroversial: Tawarkan Rp1,6 Miliar per Warga untuk Beli Greenland
Dua Bocah Tertimbun Longsor di Bogor, Selamat Berkat Evakuasi Kilat
Kemacetan di Keluar Tol Kebon Bawang Mulai Terurai, Polisi Ungkap Pola Rutin
Trump Bebaskan Dua Kru Rusia, Moskow Ucapkan Terima Kasih