Prinsipnya jelas: menjunjung tinggi Piagam PBB, termasuk soal kedaulatan dan integritas teritorial yang tak boleh diganggu gugat.
"Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut," sambung mereka. Nadanya tegas, tanpa tedeng aling-aling.
Meski mengakui Amerika sebagai sekutu penting dalam NATO, pernyataan itu justru semakin keras menegaskan status Greenland. Wilayah es itu bukan untuk diperdagangkan atau diklaim.
"Greenland adalah milik rakyatnya. Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland," kata para pemimpin Eropa itu.
Pesan akhirnya sederhana namun kuat: urusan Greenland, biarlah ditentukan oleh orang-orang yang tinggal dan memimpin di sana.
Artikel Terkait
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka dan Sita Rp150 Miliar Emas dalam Kasus Perdagangan Ilegal Senilai Rp25,9 Triliun
Kuota Haji Papua Dipangkas, Waktu Tunggu Membengkak Jadi 28 Tahun
Grace Natalie Buka Pintu Lebar PSI untuk Tokoh Nasional
Fortuner Tabrak Sigra yang Berhenti di Bahu Jalan Gading Serpong