"Ada rentang klaster kelompok tertentu yang jadi target, utamanya ya penikmat vape," ungkap Budi.
Dia melanjutkan dengan nada prihatin, "Dari hasil survei, makin banyak anak muda kita yang terjebak. Mereka menganggap vaping sebagai tren, sebagai alternatif dari rokok konvensional. Tanpa sadar, mereka terpapar zat adiktif berbahaya ini."
Soal jumlah barang yang beredar dan keuntungan pelaku, Budi enggan merinci lebih jauh. Namun begitu, dia mengonfirmasi kisaran harga jualnya.
"Menurut pengakuan tersangka, harganya antara Rp 2 juta sampai Rp 6 juta per sachet happy water atau cartridge. Tergantung kandungan zat berbahaya di dalamnya," jelasnya.
Operasi ini sekali lagi membuka mata. Tampaknya, perang melawan narkoba kini tak cenderung soal mengejar pengedar di jalanan, tetapi juga membongkar jaringan yang beroperasi dengan kedok produk sehari-hari yang tampak biasa saja.
Artikel Terkait
KPK Dalami Aliran Dana Kasus Bupati Bekasi dan Wakil Ketua DPRD
Tragedi di Gaza: Drone Israel Tewaskan Empat Anak dalam Serangan ke Tenda Pengungsi
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Istana Angkat Bicara
Dua Prajurit Atlet Langsung Naik Pangkat Usai Bawa Emas SEA Games